Berbagai kegagalan system pada masa SBY sepertinya semakin parah…., dan setelah SBY, belum ada sosok figur yang memiliki dominasi sebagai pemimpin bangsa Indonesia, sementara sebagian besar masyarakat Indonesia masih terbius oleh politik pencitraan, yang note benenya melihat sosok figure, bukan dari kinerja atau kemampuan mengemabngkan system ekonomi, budaya, dll.
Perang dingin antar kubu Golkar dengan Demokrat juga kian memanas. Kasus Century, okelah Golkar menang…. Lalu kemudian kasus Gayus, dan yang terparah adalah kasus politik sepak bola (=PSSI vs LPI) di mana LPI didukung oleh Demokrat dan PSSI dipayungi oleh Golkar.
Kalau sekiranya kasus Gayus benar-benar tekelupas sampai ke akarnya, (seperti yang dikatakan oleh mantan kapolri Supanji) akan tejadi kekacauan stabilitas keamanan nasional, karena terlalu banyak tokoh politik yang terlibat dalam pengemplangan pajak ini.
Lalu sekiranya masyarakat benar-benar marah, saya melihat gejolak akan dimulai dari Yogyakarta (karena selalu berseteru dengan pusat), lalu meluas ke daerah lain, seperti Solo, seluruh Jateng, lalu Bandung, terus Jakarta, kemudian Makassar, dan seterusnya… hingga kerusuhan terjadi di mana-mana. Sementara para tokoh politik yang sudah sempat memperkaya diri, lari ke luar negeri membawa kekayaannya serta keluarganya.
Disaat seperti itulah bakal terjadi “revolusi” besar-besaran!
Revolusi pada umumnya digerakkan oleh para pemikir dan ada yang mengontrol sehingga ketika revolusi pecah, sudah ada orang-orang yang siap maju, tampil sebagai dewa penyelamat. Tatapi kali ini, tidak ada seorang pun yang memiliki kemampuan untuk tampil secara meyakinkan. Lalu apa yang akan terjadi? INDONESIA HANCUR!
(tentu tidak menutup kemungkinan sejarah kehancuran Majapahit akan terulang lagi)
Beberapa daerah seperti Yogyakarta mungkin dengan mudah meninggalkan Indonesia karena mereka mamiliki seorang raja yang disegani rakyatnya. Bali memiliki SDM yang luar biasa, mampu mengolah pariwisata dan namanya sudah menggelobal. Papua kemungkinan langsung diambil alih oleh Amerika. Lalu bagaimana dengan daerah yang lain? Entahlah……
Pertanyaan pentingnya adalah, apa yang mesti dilakukan sekarang tanpa berharap banyak kepada pemerintah?
1. Siapkan senjata (baik yang berupa militer, ekonomi, budaya dll).
2. Membangun jalinan kerja sama yang kuat antar daerah, terutama para pemikir, tokoh agama, tokoh masyarakat, dll. agar tidak terjerumus ke dalam imperialisme dari Negara lain.
3. mohon ditambah sendiri…..
2 komentar :
ang aku takutkan cuma KRISIS PANGAN.
Banjir dimana-mana dibelahan bumi, seperti di Pakistan, China, Australia, Brazil ini menghancurkan jutaan hektar tanah pertanian.
Kekeringan dan kebakaran hutan di Rusia saja, sampai menhancurkan produksi... Gandum, sehingga negeri ini harus melarang export gandum.
Iklim juga menyebabkan gelombang besar, sehingga nelayan tidak bisa melaut.
Bayangkan kalau cuaca terus tidak bersahabat begini. Dunia terancam kelaparan
Bayangkan pula adanya riot, huruhara dsb dsb
kebutuhan gandum/tepung terigu Indonesia di suplai dari Australia. Dengan rusaknya pertanian Australi ini, Indonesia harus cari sumber lain.
Sementara Bank Dunia mencatat kenaikan inflasi dunia karena kenaikan harga panga...n tentunya terkait banyaknya perubahan iklim yang mengganggu sektor pertanian ini. Dengan perkataan lain, terjadinya short supply, benerkan ?
Kemungkinan komoditi tepung terigu akan naik terus harganya di pasaran dalam negeri Indonesia mengikuti yang terjadi diluar.
Belum lagi terjadi kenaikan dalam harga minyak bumi, PLN terpaksa harus menaikkan TDL buat industri sampai 30%. Katanya sih karena jatah subsidinya dikurangi dalam APBN.
Indonesia sudah mengimpor beras lagi baru-baru ini dari Thailand untuk menutupi kekurangan. Produksi beras anjlok seKali tahun ini, padahal satu atau dua tahun lalu sempat surplus antara 5 - 10 juta ton.
Karena hujan yang terus menerus sepanjang tahun, petani sulit mengeringkan padi, karena itu banyak yang busuk dan rusak. Untuk mengatasinya pemerintah membagikan MESIN PENGERING kepada petani - sayang kok terlambat ?
Inflasi di kita sudah hampir 7 %, bisa saja Bank Indonesia akan menaikan suku bungan untuk mengatasi gejolak inflasi ini.
Perubahan cuaca ini bener mengerikan, menurutku. Kalau terus-terusan begini siap-siap deh ? Pasti ada gejolak.
Posting Komentar
Mohon tinggalkan jejak, untuk saling membangun melalui kritik yang elegan