Skenario: Konflik Agama di Indonesia

Oleh: Syahrul Q


SKENARIO  SATU

Berangkat dari Revolusi Iran yang pecah pada tahun 1978, sejumlah aktivis pergerakan Iran (mungkin juga termasuk Ahmadinejad, yg kini menjabat sebagai presiden Iran) yang melawan tentara milik pemerintahan Reza Pahlavi saat itu. Sempat dikabarkan bahwa Bush senior yang mendukung Pahlavi, sempat pula terkana serangan oleh para aktivis pergerakan ini, bahkan sempat ditawan. Hal ini memicu kemarahan Bush dan dendam terhadap negara tersebut.  Revolusi Iran pada tahun 1978 tersebut berhasil menggulingkan pemerintahan Pahlavi, dan kemudian berdirilah negara Islam Iran seperti terlihat sekarang ini.


Di lain tempat, yakni di Arab Saudi, Usamah bin Laden, mendengar keberhasilan revolusi tersebut, lalu berangan-angan hendak membuat negara Islam layaknya Iran. Akhirnya, Usamah yang lahir 28 Juni 1957 itu berangkat ke Afganistan dalam rangka membela orang-orang Islam yang saat itu tengah diserang oleh  Soviet. Usamah saat itu dibantu oleh Amerika Serikat, dengan dibekali persenjataan-persenjataan, bahkan juga pelatihan perang. Hal ini tentu saja dilakukan oleh USA karena pada saat itu masih berlangsung perang dingin antara kaum kapitalis dengan komunis. USA tentu saja tidak mau Afganistan jatuh di tangan orang-orang komunis, sehingga berbagai cara dilakukan agar Soviet menarik pasukannya dari Afganistan. Kerja sama USA dengan Usamah saat itu berhasil dengan gemilang, terbukti Soviet mundur, lalu Afganistan kembali dikuasai oleh pemerintahan Islam.

Usamah lalu memunculkan mimpinya kembali untuk mewujudkan negara Islam. Pelatihan militer di kawasan Yaman terus dilakukan (kemungkinan, hingga saat ini masih berlangsung). Di samping persenjataan militer dari USA, kekayaan keluarganya yang cukup besar juga digunakannya sebagai modal dalam mewujudkan mimpi tersebut.

Adapun langkah yang ditempuhnya adalah dengan memberikan bantuan kepada orang-orang Muslim di seluruh dunia (terutama di negara berkembang) melalui pembangunan masjid dan pendirian pondok pesantren, termasuk di Indonesia. Di Indonesia, sekitar awal tahun 80-an, Usamah memberikan sumbangan besar kepada orang-orang yang hendak mendikrikan masjid/ pondok pesantren, dengan satu syarat, masjid dan pondok pesanteren tersebut harus dipimpin langsung oleh imam dari orang-orang Usamah sendiri. Hal ini tentu saja menjadi kabar gembira bagi masyarakat Indonesia, karena di samping mendapat bantuan dana, mereka juga akan diajarkan oleh seorang imam dari timur tengah. Di satu sisi, saat itu juga,  pemerintahan Soeharto tengah menggalakkan pembangunan masjid, untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah negara dengan penduduk Islam terbesar di seluruh dunia.

Kepemimpinan para imam yang diutus oleh Usamah tersebut melakukan aksi pencucian otak terhadap para santri dan orang-orang yang ada di masjid dengan mengusung jihad,  seolah Islam kini berada di tengah medan perang, melawan orang-orang kafir, di mana yang disebut sebagai orang-orang kafir ini adalah tentu saja orang-orang yang non muslim, serta orang-orang muslim yang tidak sejalan dengan faham Usamah. Ditaknakan bahwa orang-orang kafir itu halal nyawanya.  Misalnya saja, “Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir maka pancunglah batang leher mereka. (Qur’an, 47:4)” Tetapi mereka tidak menjelaskan latar belakang ayat tersebut. Mereka tidak peduli dengan kelanjutan ayat ini, yang berbunyi, “Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berakhir. Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain.

Lalu apakah sebegitu muliakah tujuan Usamah?
Bagi orang-orang yang sudah tercuci otaknya, tentu saja akan menjawab “Iya”. Tetapi di lain pihak, ternyata melalui perang, ada orang-orang yang diuntungkan, terutama orang-orang yang bergerak di bisnis persenjataan. Bisnis persenjataan terbesar dikuasai oleh kelompok Bush (bukan pemerintah USA). Kompoltan Bush ini terus melakukan koordinasi dan kerja sama dengan Usamah bin Laden, hingga saat ini.

Usamah kemudian melakukan berbagai teror di berbagai belahan dunia, yang bertujuan untuk melancarkan bisnis keluarganya. Malalui aksi teror ini, tentu saja membuat beberapa pengusaha takut untuk melanjutkan usahanya (di tempat terjadinya teror), sehingga pengusaha yang berada di bawah naungan keluarga besar Usamah bin Laden, dapat dengan leluasa bergerak. Tercatat di Indonesia, aksi terorisme pada dasarnya justru diperuntukkan kepada pengusaha-pengusaha saingan Usamah bin Laden.

Perkembangan politik di Indonesia saat ini yang hanya berorientasi pada kekuasaan, ternyata melanggengkan ajaran-ajaran yang diusung oleh para santri hasil didikan imam utusan Usamah ini. Mereka dengan intens melakukan pengajian-pengajian yang ber-inti pada perang dan jihad melawan kaum kafir.  Di samping melalui pesantren, media, internet, mereka juga menerbitkan buku-buku yang menunjukkan bukti bahwa perang melawan kafir harus dilakukan. Saatnya untuk berjihad, mati syahid, dan masuk surga.

Skenario ini, tanpa disadari sudah berjalan 20 tahun. Bila dibandingkan dengan pencucian otak yang dilakukan oleh Soeharto selama 30-an tahun, yang mampu membentuk pikiran masyarakat Indonesia anti terhadap komunisme, bagaimana dengan pencucian otak yang berlangsung selama 20 tahun ini?


__________________________________________________

catatan:

Ada seorang perempuan yang dulu tidak tahu menahu tentang Islam. Perilakunya seperti para perempuan Indonesia pada umumnya. Secara tiba-tiba, ia mengalami perubahan drastis. Ia mengenakan jilbab besar (jubah), bahkan mengenakan cadar. Ketika ditanya, mengapa menggunakan jubah sekarang? Dengan menundukkan kepada ia mwnjawab, “Karena sekarang saya tahu tentang Islam yang sebenarnya.”  Saat ditanya kembali, “Dari mana Anda mengenal Islam?” Dengan santai ia menjawab, “Dari buku!”

Tentu saja, buku yang dimaksudkan adalah buku-buku tentang jihad.





bersambung....


SKENARIO DUA

1 komentar :

Anonim 17 Februari 2011 pukul 14.22  

suka!

Posting Komentar

Mohon tinggalkan jejak, untuk saling membangun melalui kritik yang elegan

Popular Posts

Ikutan

  • - Ketika Ada Deretan Kata Pilih, Memilih, Pemilihan, Pilihan, dst….
  • 00:04 - *I take my broken heart and turn it into fart*. Preeeeeetttttt... tidak kurang panjang, kan? Beberapa waktu lalu saya menonton *Carrie*, film karya Brian ...
  • Kebenaran - Di dunia yang kita tempati sekarang ini, ada banyak tipu muslihat yang dibawa oleh orang-orang di sekeliling kita, dan bisa jadi oleh diri kita sendiri. An...
  • Survey atau Survei? - Bahasa Indonesia, sebagai bahasa yang senantiasa mengalami perkembangan, tidak akan terlepas dari pengaruh bahasa lain, terutama bahasa Inggris. Pengaruh b...
  • Minta kritik sarannya - ini hanya usaha susah payah dari tangan amatir, mohon dengan sangat MASUKAN, KRITIKAN, SARAN untuk semua konsep baik dari cover, isi rubrik, dll (bila perlu ...
jendela indonesia. Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

Foto Saya
Syahrul Qodri
Orang merdeka, jadi selayaknyalah bila bersikap dan berperilaku layaknya orang merdeka
Lihat profil lengkapku

About this blog

Blogroll